MANAJEMEN DATA & INFORMASI Balai Taman Nasional Karimunjawa

Konservasi Penyu di Taman Nasional Karimunjawa

Pemindahan sarang penyu ke sarang semi alami menjadi salah satu upaya dari Balai Taman Nasional Karimunjawa untuk menyelamatkan telur penyu dari predator alami dan manusia. Kepulauan Karimunjawa menjadi tempat singgah bagi tiga jenis penyu : penyu sisik Eretmochelys imbricata, penyu hijau Chelonia mydas, penyu lekang Lepidochelys olivaceae. Penyu sisik Eretmochelys imbricata merupakan jenis yang sering melakukan peneluran di Kepulauan Karimunjawa. Program konservasi penyu sudah berjalan sejak tahun 2003, sampai dengan Desember 2017, terdapat 652 sarang dengan 75.295 butir telur yang ditetaskan di Tempat Penetasan Semi Alami Penyu Taman Nasional Karimunjawa.

Lokasi peneluran yang tersebar di beberapa pulau menjadi tantangan dalam konservasi penyu. Data temuan sarang menunjukkan pelapor sarang mengalami peningkatan yang signifikan. Saat ini tercatat 63 nelayan melaporkan temuan sarangnya kepada Balai Taman Nasional Karimunjawa. Nelayan yang notabene merupakan penduduk yang memiliki kemampuan untuk mencari sarang penyu. Ketrampilan seperti ini tidak dimiliki oleh petugas dari Balai Taman Nasional, sehingga keterlibatan nelayan menjadi kunci utama dalam menjalankan program ini.

Dokumentasi Konservasi Penyu

40

Sarang ditemukan Tahun 2018

4.441

Telur Ditetaskan Tahun 2018

2.476

Telur Menetas Tahun 2018

2.759

Telur Gagal Menetas Tahun 2018

666

TOTAL SARANG DITEMUKAN

83.791

TOTAL TELUR DITEMUKAN

42.851

TOTAL TELUR MENETAS

Grafik Jumlah Sarang yang ditemukan per Tahun

Grafik Jumlah Sarang yang ditemukan per Pulau (Total)

Grafik Perbandingan Jumlah Telur yang Menetas

Grafik Perbandingan Jumlah Sarang & Telur yang ditemukan

Grafik Jumlah Sarang yang ditemukan per Pulau (3 Tahun)